Login / Daftar ID | EN
Weeping, Entrainment, dan Flooding di Kolom Distilasi: Batas Bawah dan Atas Jendela Operasi Tray
Foto: Pexels
Industri

Weeping, Entrainment, dan Flooding di Kolom Distilasi: Batas Bawah dan Atas Jendela Operasi Tray

Kolom distilasi bertray punya dua batas yang tidak boleh dilewati: terlalu sedikit uap, dan terlalu banyak uap. Di antara keduanya ada jendela operasi tempat pemisahan berjalan efisien. Istilah weeping, entrainment, dan flooding sering disebut berurutan seolah-olah satu rangkaian, padahal masing-masing menandai tepi yang berbeda dari jendela itu. Tulisan ini memetakan siapa menandai tepi mana, dan apa yang terjadi pada pemisahan saat tepi itu terlewati.

Batas bawah: weeping

Weeping terjadi ketika cairan bocor turun melalui lubang atau katup tray, padahal seharusnya mengalir melintasi tray lalu masuk ke downcomer. Penyebab yang dirujuk literatur teknik: aliran uap terlalu kecil, sehingga laju uap melalui lubang tidak cukup menahan cairan di atas deck. Karena itu weeping menjadi batas bawah kecepatan uap.

Dampaknya pada pemisahan: cairan yang bocor melewati zona kontak. Sumber dari konferensi gas conditioning Universitas Oklahoma menyebut weeping di sisi masuk (inlet weep) paling merugikan, sebab cairan melewatkan kontak di dua tingkat tray sekaligus. Ulasan Petroleum Technology Quarterly menambahkan patokan desain: tray yang baik semestinya sanggup beroperasi pada turndown minimal 4:1, dan di bawah kisaran 3 sampai 4:1 cairan mulai bocor melalui tray.

Batas atas: entrainment, lalu flooding

Entrainment adalah cairan yang terangkat uap ke tray di atasnya. Cairan itu kemudian ikut didaur ulang setelah mencapai kesetimbangan di tray atas, sehingga efisiensi turun. Dalam rezim froth, penyebabnya laju uap tinggi; dalam rezim spray, penyebabnya laju cairan dikurangi sementara laju uap tetap tinggi.

Flooding adalah ujung dari proses itu. Menurut sumber Universitas Oklahoma, jet flooding berasal dari entrainment skala besar; bila terus naik, kolom terisi cairan dan tidak bisa dioperasikan. Flooding karena itu menjadi batas atas kecepatan uap. Ada pula flooding dari sisi downcomer: backup terjadi bila penurunan tekanan tray terlalu besar atau celah downcomer terlalu sempit.

Gejala Arah penyimpangan Yang terjadi
Weeping Uap terlalu kecil Cairan bocor lewat lubang, kontak terlewat
Entrainment Uap tinggi Cairan terangkat ke tray di atasnya, efisiensi turun
Flooding Uap lebih tinggi lagi Kolom terisi cairan, tidak bisa beroperasi

Angka yang perlu diperhatikan

Tidak ada satu ambang universal. Ulasan Petroleum Technology Quarterly mencatat bahwa vendor berbeda dalam mendefinisikan batas entrainment: sebagian memakai 85 persen jet flood sebagai titik 10 persen cairan terbawa, sebagian lain 80 atau 90 persen dengan 10 atau 20 persen terbawa. Mendekati batas itu laju entrainment sangat sensitif terhadap perubahan kecil laju uap, dan kolom menjadi lebih sulit dikendalikan. Praktik desain konvensional adalah beroperasi pada 70 sampai 80 persen dari laju jet dan downcomer flooding.

Untuk perhitungan, kecepatan uap pada titik banjir lazim diestimasi dengan metode Fair serta Kister dan Haas, sedangkan kecepatan weeping memakai korelasi Eduljee, sebagaimana diuraikan majalah Chemical Engineering.

Satu istilah yang perlu hati-hati: dumping

Dumping sering ikut disebut bersama tiga istilah di atas. Makalah AIChE 2016 oleh Daniel Summers memasukkannya sebagai parameter hidrolik tersendiri di samping flood, spray, backup, entrainment, dan weeping, yang semuanya dapat digambar pada satu diagram jendela operasi. Namun sumber-sumber lain yang dibuka untuk tulisan ini tidak mendefinisikannya secara seragam. Kalau Anda menemukan istilah ini di dokumen vendor, periksa definisi vendor itu sendiri sebelum memakainya sebagai ambang desain.

Mengapa jendela ini yang dipantau

Lebar jendela menentukan seberapa fleksibel kolom terhadap perubahan beban. Sebagai gambaran klaim vendor, bukan patokan umum: dalam studi kasus Koch-Glitsch yang dimuat sumber Universitas Oklahoma, beban minimum tray katup jenis FLEXIPRO sekitar 15 persen, dibanding 60 persen untuk sieve tray. Bagi operator, artinya sama saja: jaga laju uap dan cairan di antara dua tepi, dan perhatikan tanda-tanda mendekati keduanya, baik penurunan efisiensi maupun kenaikan penurunan tekanan.

Untuk konteks kolom fraksinasi di simulasi proses, lihat juga simulasi proses migas dari CDU hingga fraksinasi NGL di HYSYS.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Oil & Gas Simulation using Aspen HYSYS.

Kalau lebih enak melihat penjelasan awalnya langsung, ada klipnya di taalenta.id/video/ogs-apa-itu-entrainment-weeping-dumping-dan-flooding-di-kolom.

Sumber