Tagihan listrik pabrik bisa naik puluhan juta rupiah tanpa satu mesin pun ditambah. Biangnya sering satu baris kecil di rekening: kVArh.
Secara hukum namanya bukan denda. Lampiran Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024 menyebutnya biaya kelebihan pemakaian daya reaktif. Biaya ini dikenakan kalau faktor daya rata-rata sebulan di bawah 0,85.
Golongan yang kena
Tidak semua pelanggan PLN. Tarif kVArh hanya tercantum di golongan berikut:
| Golongan | Batas daya | Tarif kVArh di Lampiran (Rp/kVArh) |
|---|---|---|
| I-2/TR | di atas 14 kVA s.d. 200 kVA | 1.057 |
| I-3/TM | di atas 200 kVA s.d. di bawah 30.000 kVA | 1.114,74 |
| I-4/TT | 30.000 kVA ke atas | 996,74 |
| B-3/TM, B-3/TT | di atas 200 kVA | 1.114,74 |
| P-2/TM | di atas 200 kVA | 1.522,88 |
| S-2/TM | di atas 200 kVA | 925 |
Golongan traksi, penjualan curah, dan layanan khusus juga memuatnya. Rumah tangga, bisnis B-1 dan B-2, serta fasilitas pemerintah bertegangan rendah (P-1) tidak. Yang sering kelewat: industri tegangan rendah I-2 sudah kena sejak sambungan di atas 14 kVA.
Untuk I-3 dan B-3, satu kVArh kelebihan (Rp1.114,74) malah lebih mahal daripada satu kWh di luar waktu beban puncak (Rp1.035,78). Tarif nonsubsidi ini dievaluasi tiap tiga bulan. Untuk Juli sampai September 2026, pemerintah memutuskan tarifnya tidak berubah.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Perancangan Diagram Satu Garis & Sistem Distribusi Tenaga Listrik Gedung Bertingkat.
Dari mana angka 0,62
Faktor daya 0,85 berarti energi reaktif boleh sampai tan(arccos 0,85), sekitar 0,62 kali energi aktif. Literatur teknik di Indonesia memakai batas itu untuk menghitung tagihan:
Kelebihan kVArh = kVArh sebulan − (0,62 × kWh sebulan)
kWh di sini jumlah WBP dan LWBP. Kalau hasilnya negatif, tidak ada biaya.
Contoh pelanggan I-3 dalam satu bulan:
| Besaran | Nilai |
|---|---|
| kWh (WBP + LWBP) | 200.000 |
| kVArh | 180.000 |
| Faktor daya rata-rata | cos(arctan 0,9) = 0,74 |
| Batas bebas | 0,62 × 200.000 = 124.000 kVArh |
| Kelebihan | 56.000 kVArh |
| Biaya dengan tarif Lampiran | sekitar Rp62,4 juta |
Satu jebakan saat membaca meter sendiri: selisih stand wajib dikalikan faktor kali meter, yaitu rasio trafo arus dan trafo tegangannya. Studi di PDAM Kota Padang memakai faktor kali 1.200. Tanpa pengali itu, angkanya tampak kecil dan menyesatkan.
Menghitung kapasitor yang dibutuhkan
Rumusnya Qc = P × (tan φ1 − tan φ2), dengan P daya aktif rata-rata dalam kW.
Anggap pabrik di contoh tadi beroperasi 500 jam sebulan. P rata-ratanya 400 kW, dan tan φ1 = 0,9:
| Target faktor daya | tan φ2 | Qc |
|---|---|---|
| 0,85 | 0,620 | 112 kVAr |
| 0,90 | 0,484 | 166 kVAr |
| 0,95 | 0,329 | 229 kVAr |
Membidik tepat 0,85 berarti tanpa ruang cadangan. Yang dihitung rata-rata sebulan, sedangkan beban tiap bulan bergeser. Studi kasus di jurnal teknik Indonesia memakai target 0,95 dan 0,98.
Tiga hal yang sering salah
- Bank kapasitor tetap untuk beban yang naik turun. Untuk beban seperti ini, pedoman ABB memakai kompensasi otomatis bertahap: regulator faktor daya menyambung dan melepas tiap langkah kapasitor mengikuti kebutuhan daya reaktif saat itu.
- Kapasitor di terminal motor kebesaran. Pedoman yang sama, mengacu IEC 60831-1, membatasinya paling besar 90 persen daya reaktif motor tanpa beban. Lebih dari itu, motor yang masih berputar sesudah diputus bisa jadi generator dan menaikkan tegangan jauh di atas tegangan jaringan.
- Harmonisa tidak dicek. Penggerak kecepatan variabel, UPS, mesin las, dan lampu lucutan gas menghasilkan arus harmonisa. Kapasitor bisa beresonansi dengannya lalu cepat rusak. Obatnya reaktor penala (detuning reactor) yang dipasang seri, dengan frekuensi resonansi di bawah harmonisa terendah di jaringan, sesuai IEC 61642.
Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klip singkat tentang analogi buih dan isi gelas. Untuk gambaran sistem distribusi gedung tempat perhitungan ini dipakai, baca juga peran diagram satu garis.
Sumber
- Kementerian ESDM, Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), Lampiran I sampai VIII, JDIH ESDM
- Kementerian ESDM, Siaran Pers Nomor 038.Pers/04/SJI/2026: Jaga Daya Beli, Menteri ESDM: Tarif Listrik Tidak Naik, 30 Juni 2026
- Prastyono Eko P. dkk., Analisis Tinjauan Ekonomi Teknis dalam Pemasangan Kapasitor Bank untuk Memperbaiki Nilai Faktor Daya pada Beban Industri, AVITEC Vol. 4 No. 1, Februari 2022
- Noval Mustaqin dkk., Analisa Pengaruh Kapasitor Bank Pada PDAM Kota Padang, Jurnal Mesil Vol. 6 No. 1, Juni 2025
- ABB, Technical Application Papers No. 8: Power factor correction and harmonic filtering in electrical plants