Login / Daftar ID | EN
Biaya Tersembunyi Kecelakaan Kerja: Yang Tidak Ditanggung JKK dan Cara Menghitungnya
Foto: Pexels
Industri Bisnis

Biaya Tersembunyi Kecelakaan Kerja: Yang Tidak Ditanggung JKK dan Cara Menghitungnya

Setelah kecelakaan kerja, perusahaan biasanya mengurus satu hal: klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Biaya rumah sakit ditanggung, upah selama pekerja dirawat dibayar, santunan cair. Berkasnya ditutup, dan angka yang sampai ke laporan manajemen hanya itu.

Padahal itu baru pucuk gunung es. Bagian yang tenggelam jarang tercatat, karena ia tidak pernah datang sebagai satu tagihan.

Pucuk yang kelihatan: yang ditanggung JKK

Menurut BPJS Ketenagakerjaan, manfaat JKK untuk peserta penerima upah meliputi perawatan sesuai indikasi medis, santunan sementara tidak mampu bekerja (100 persen upah selama 12 bulan pertama, lalu 50 persen), santunan cacat, santunan kematian, penggantian biaya transportasi, dan program kembali bekerja. Syaratnya, pekerja sudah terdaftar. Kalau laporannya lewat tenggat, manfaat itu bisa berubah jadi kewajiban perusahaan lebih dulu. Rinciannya ada di artikel tentang laporan 2 x 24 jam.

Semua pos di atas bisa dipulihkan. Pos di bawah permukaan tidak.

Seberapa besar bagian yang tenggelam

Tiga pengukuran yang paling sering dirujuk memberi angka berbeda:

Sumber Biaya tak tertanggung dibanding biaya tertanggung
Heinrich, dari ribuan catatan asuransi di 1.500 organisasi sekitar 4 : 1
Accident Prevention Advisory Unit, HSE Inggris (publikasi 1999) 8 : 1 sampai 36 : 1
OSHA, program $afety Pays (biaya tidak langsung dibanding biaya langsung) 1,1 sampai 4,5

Rentang HSE paling lebar. Studinya ikut menghitung kejadian tanpa korban luka yang tetap menimbulkan kerugian, dan tiap studi mendefinisikan kecelakaan dengan cara berbeda. Angkanya tidak sama, tapi arahnya sama: yang tidak ditanggung selalu lebih besar.

Luka kecil justru paling mahal, dibanding klaimnya

OSHA memakai skala geser. Makin kecil biaya langsungnya, makin besar pengalinya.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas K3 Migas dan Pertambangan.

Biaya langsung (dolar AS) Pengali biaya tidak langsung
0 sampai 2.999 4,5
3.000 sampai 4.999 1,6
5.000 sampai 9.999 1,2
10.000 ke atas 1,1

Jari tergores atau pergelangan terkilir, yang klaimnya kecil, membawa ekor biaya paling panjang dibanding klaimnya sendiri. Kejadian seperti itulah yang paling sering dianggap sudah beres.

OSHA sendiri mengingatkan bahwa pengali ini perkiraan umum dari riset yang terbatas, dan angkanya berbeda di tiap perusahaan. Jadi jangan pakai tabel ini untuk menyusun anggaran. Pakai untuk memilih kejadian mana yang layak dihitung sungguhan.

Lembar hitung untuk bagian bawah permukaan

Pos berikut disusun dari rincian OSHA dan RoSPA. Isi dengan data perusahaan Anda sendiri, bukan tebakan.

Pos Cara menghitung
Regu yang berhenti bekerja jumlah orang x jam berhenti x upah per jam
Lembur pengganti jam lembur x upah lembur per jam (kalkulator lembur)
Penyelidikan dan administrasi jam atasan, petugas K3, dan staf x upah per jam
Pekerja pengganti biaya rekrutmen + jam pelatihan + produktivitas yang hilang selama masa belajar
Kerusakan perbaikan alat, material rusak, pembersihan
Keterlambatan denda keterlambatan atau nilai pesanan yang lepas

Ada pos yang sengaja tidak dimasukkan OSHA ke perkiraannya: denda dan biaya hukum, tanggung gugat ke pihak ketiga, penderitaan pekerja, dan nama baik yang tercoreng. Pos-pos ini susah diberi angka, tapi bukan berarti nol.

Kenapa angkanya perlu sampai ke meja manajemen

Anggaran K3 diputuskan dari angka yang tercatat. Kalau yang tercatat hanya klaim JKK, pencegahan selalu tampak lebih mahal daripada kecelakaannya. Satu lembar hitung per kejadian, diisi setelah penyelidikan selesai, sudah cukup untuk menggeser perbandingan itu.

Topik ini dibahas Johnny Harto Putro di kelas K3 Migas dan Pertambangan. Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klipnya.

Sumber