Login / Daftar ID | EN
UX Bisa Diukur: Tiga Ukuran ISO 9241-11, Sepuluh Heuristik, dan Skor SUS
Foto: Pexels
Desain IT

UX Bisa Diukur: Tiga Ukuran ISO 9241-11, Sepuluh Heuristik, dan Skor SUS

Jawaban paling umum untuk "apa bedanya UI dan UX" berbunyi: UI itu tampilan, UX itu kenyamanan. Jawaban itu benar, tapi sulit dipakai untuk memutuskan apa pun. Dua orang bisa berdebat sejam soal "nyaman" tanpa ada yang menang. Tiga alat di bawah ini mengubah rasa nyaman jadi sesuatu yang bisa dicek.

Definisi baku: usability punya tiga ukuran

ISO 9241-11:2018 mendefinisikan usability sebagai sejauh mana sebuah sistem, produk, atau layanan bisa dipakai pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu, dengan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan, dalam konteks pemakaian tertentu. Tiga ukuran itu bisa diterjemahkan jadi angka.

Ukuran Arti menurut ISO Contoh angkanya (ilustrasi)
Efektivitas Ketepatan dan kelengkapan pengguna mencapai tujuan Persentase peserta uji yang berhasil menyelesaikan pembayaran
Efisiensi Sumber daya yang terpakai dibanding hasil; contohnya waktu, tenaga, biaya, bahan Detik dari membuka aplikasi sampai pesanan terkirim
Kepuasan Sejauh mana respons fisik, kognitif, dan emosional pengguna memenuhi kebutuhan dan harapannya Skor kuesioner sesudah tugas selesai

Ada dua catatan penting dari standar itu. Pertama, ISO menulis bahwa usability bukan atribut produk, melainkan hasil dari pemakaian. Aplikasi yang lancar bagi kasir berpengalaman bisa membingungkan orang tua yang baru pertama kali memakainya, karena konteksnya beda. Konteks itu sendiri terdiri dari pengguna, tujuan dan tugas, sumber daya, serta lingkungan.

Kedua, ISO memisahkan usability dari user experience. UX didefinisikan sebagai persepsi dan respons pengguna sebelum, selama, dan sesudah memakai sesuatu. Aksesibilitas juga dihitung sebagai hasil pemakaian tersendiri. Jadi "UX sama dengan kenyamanan" terlalu sempit: kenyamanan cuma sebagian dari kepuasan.

Sepuluh heuristik: pemeriksaan tanpa menunggu responden

Jakob Nielsen mengembangkan metode heuristic evaluation, yaitu menilai antarmuka dengan sepuluh prinsip umum. Disebut heuristik karena sifatnya aturan praktis, bukan pedoman rinci. Kesepuluhnya:

  1. Visibilitas status sistem
  2. Kesesuaian antara sistem dan dunia nyata
  3. Kendali dan kebebasan pengguna
  4. Konsistensi dan standar
  5. Pencegahan kesalahan
  6. Mengenali lebih baik daripada mengingat
  7. Fleksibilitas dan efisiensi pemakaian
  8. Desain estetis dan minimalis
  9. Membantu pengguna mengenali, mendiagnosis, dan pulih dari kesalahan
  10. Bantuan dan dokumentasi

Cara pakainya sederhana. Pilih satu alur, misalnya pendaftaran akun, lalu telusuri layar demi layar dan tandai setiap pelanggaran. Heuristik nomor 9, misalnya, meminta pesan galat memakai bahasa biasa tanpa kode, menyebut masalahnya dengan tepat, dan menawarkan jalan keluar. Pesan "Error 0x80" gagal di ketiganya.

Hasilnya daftar masalah, bukan angka. Itu kekuatan sekaligus batasnya.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas AI untuk UI/UX.

SUS: angka dari pengguna sungguhan

System Usability Scale (SUS) adalah kuesioner 10 butir dengan skor 0 sampai 100 yang mengukur persepsi pengguna atas usability. MeasuringU mengumpulkan data lebih dari 10.000 respons dari ratusan produk, dan rata-ratanya 68, tepat di persentil ke-50.

Skor SUS Nilai Persentil
80,8 ke atas A 90 ke atas
65,0 sampai 71,0 C 41 sampai 59
51,7 sampai 62,6 D 15 sampai 34
51,6 ke bawah F di bawah 15

Skor 75 berarti lebih baik dari 73 persen produk dalam basis data itu. Skor 52 berarti lebih buruk dari 85 persen. Pengguna yang tergolong promotor (paling mau merekomendasikan produk) rata-rata memberi skor sekitar 81, dan itu syarat yang tinggi.

SUS punya batas: ia mengukur persepsi, jadi tidak menunjuk layar mana yang bermasalah. Karena itu ia paling berguna sebagai pembanding sebelum dan sesudah perbaikan.

Urutan kerja yang masuk akal

Mulai dari heuristik karena murah dan bisa dikerjakan sendiri. Lanjutkan dengan uji tugas pada beberapa pengguna untuk mengukur efektivitas dan efisiensi. Tutup dengan SUS, supaya kepuasan punya angka yang bisa dibandingkan dari rilis ke rilis.

Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klip singkat tentang beda UI dan UX.

Sumber