Jawaban paling umum untuk "apa bedanya UI dan UX" berbunyi: UI itu tampilan, UX itu kenyamanan. Jawaban itu benar, tapi sulit dipakai untuk memutuskan apa pun. Dua orang bisa berdebat sejam soal "nyaman" tanpa ada yang menang. Tiga alat di bawah ini mengubah rasa nyaman jadi sesuatu yang bisa dicek.
Definisi baku: usability punya tiga ukuran
ISO 9241-11:2018 mendefinisikan usability sebagai sejauh mana sebuah sistem, produk, atau layanan bisa dipakai pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu, dengan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan, dalam konteks pemakaian tertentu. Tiga ukuran itu bisa diterjemahkan jadi angka.
| Ukuran | Arti menurut ISO | Contoh angkanya (ilustrasi) |
|---|---|---|
| Efektivitas | Ketepatan dan kelengkapan pengguna mencapai tujuan | Persentase peserta uji yang berhasil menyelesaikan pembayaran |
| Efisiensi | Sumber daya yang terpakai dibanding hasil; contohnya waktu, tenaga, biaya, bahan | Detik dari membuka aplikasi sampai pesanan terkirim |
| Kepuasan | Sejauh mana respons fisik, kognitif, dan emosional pengguna memenuhi kebutuhan dan harapannya | Skor kuesioner sesudah tugas selesai |
Ada dua catatan penting dari standar itu. Pertama, ISO menulis bahwa usability bukan atribut produk, melainkan hasil dari pemakaian. Aplikasi yang lancar bagi kasir berpengalaman bisa membingungkan orang tua yang baru pertama kali memakainya, karena konteksnya beda. Konteks itu sendiri terdiri dari pengguna, tujuan dan tugas, sumber daya, serta lingkungan.
Kedua, ISO memisahkan usability dari user experience. UX didefinisikan sebagai persepsi dan respons pengguna sebelum, selama, dan sesudah memakai sesuatu. Aksesibilitas juga dihitung sebagai hasil pemakaian tersendiri. Jadi "UX sama dengan kenyamanan" terlalu sempit: kenyamanan cuma sebagian dari kepuasan.
Sepuluh heuristik: pemeriksaan tanpa menunggu responden
Jakob Nielsen mengembangkan metode heuristic evaluation, yaitu menilai antarmuka dengan sepuluh prinsip umum. Disebut heuristik karena sifatnya aturan praktis, bukan pedoman rinci. Kesepuluhnya:
- Visibilitas status sistem
- Kesesuaian antara sistem dan dunia nyata
- Kendali dan kebebasan pengguna
- Konsistensi dan standar
- Pencegahan kesalahan
- Mengenali lebih baik daripada mengingat
- Fleksibilitas dan efisiensi pemakaian
- Desain estetis dan minimalis
- Membantu pengguna mengenali, mendiagnosis, dan pulih dari kesalahan
- Bantuan dan dokumentasi
Cara pakainya sederhana. Pilih satu alur, misalnya pendaftaran akun, lalu telusuri layar demi layar dan tandai setiap pelanggaran. Heuristik nomor 9, misalnya, meminta pesan galat memakai bahasa biasa tanpa kode, menyebut masalahnya dengan tepat, dan menawarkan jalan keluar. Pesan "Error 0x80" gagal di ketiganya.
Hasilnya daftar masalah, bukan angka. Itu kekuatan sekaligus batasnya.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas AI untuk UI/UX.
SUS: angka dari pengguna sungguhan
System Usability Scale (SUS) adalah kuesioner 10 butir dengan skor 0 sampai 100 yang mengukur persepsi pengguna atas usability. MeasuringU mengumpulkan data lebih dari 10.000 respons dari ratusan produk, dan rata-ratanya 68, tepat di persentil ke-50.
| Skor SUS | Nilai | Persentil |
|---|---|---|
| 80,8 ke atas | A | 90 ke atas |
| 65,0 sampai 71,0 | C | 41 sampai 59 |
| 51,7 sampai 62,6 | D | 15 sampai 34 |
| 51,6 ke bawah | F | di bawah 15 |
Skor 75 berarti lebih baik dari 73 persen produk dalam basis data itu. Skor 52 berarti lebih buruk dari 85 persen. Pengguna yang tergolong promotor (paling mau merekomendasikan produk) rata-rata memberi skor sekitar 81, dan itu syarat yang tinggi.
SUS punya batas: ia mengukur persepsi, jadi tidak menunjuk layar mana yang bermasalah. Karena itu ia paling berguna sebagai pembanding sebelum dan sesudah perbaikan.
Urutan kerja yang masuk akal
Mulai dari heuristik karena murah dan bisa dikerjakan sendiri. Lanjutkan dengan uji tugas pada beberapa pengguna untuk mengukur efektivitas dan efisiensi. Tutup dengan SUS, supaya kepuasan punya angka yang bisa dibandingkan dari rilis ke rilis.
Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klip singkat tentang beda UI dan UX.
Sumber
- ISO 9241-11:2018, Ergonomics of human-system interaction, Part 11: Usability: Definitions and concepts (ISO, edisi kedua, Maret 2018; pratinjau dari SIST): https://preview.sist.si/sist-preview/63500/33c267a5a7564f298f02bbd65721a181/ISO-9241-11-2018.pdf
- Jakob Nielsen, 10 Usability Heuristics for User Interface Design (teks sepuluh heuristik, rujukan NN/g): https://principles.design/examples/10-usability-heuristics-for-user-interface-design
- Nielsen Norman Group, Heuristic Evaluation of User Interfaces (video, 2019): https://www.nngroup.com/videos/heuristic-evaluation/
- Jeff Sauro, 5 Ways to Interpret a SUS Score, MeasuringU, 19 September 2018: https://measuringu.com/interpret-sus-score/