Login / Daftar ID | EN
Setelah Net Metering Dihapus: PLTS On-Grid atau Off-Grid untuk Rumah dan Kantor?
Ilustrasi: Taalenta
Industri

Setelah Net Metering Dihapus: PLTS On-Grid atau Off-Grid untuk Rumah dan Kantor?

Sejak awal 2024, aturan main pemasangan panel surya di atap berubah cukup mendasar. Lewat Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024, skema net metering atau ekspor-impor listrik untuk PLTS atap dihapus. Kelebihan produksi dari panel yang mengalir ke jaringan PLN kini tidak lagi dihitung sebagai pengurang tagihan.

Perubahan ini terdengar teknis, tapi dampaknya nyata untuk pemilik rumah dan kantor. Dulu, memasang sistem on-grid berukuran besar masuk akal karena surplus siang hari bisa “dititipkan” ke PLN lalu ditarik lagi pada malam hari. Sekarang, listrik yang tidak langsung dipakai dan terlanjur terekspor praktis hilang nilainya.

Untuk melihat berapa kapasitas yang benar-benar terserap di rumah Anda, ada alat Kalkulator Kapasitas PLTS Atap. Tanpa perlu masuk akun.

Di titik inilah satu pertanyaan lama kembali relevan: sistem seperti apa yang sebenarnya paling cocok untuk sebuah rumah atau kantor, on-grid, off-grid, atau kombinasi keduanya?

On-Grid, Off-Grid, dan Kenapa Pilihannya Kini Berbeda

Sistem on-grid terhubung ke jaringan PLN dan umumnya tanpa baterai. Ia paling murah dan paling sederhana, tapi ikut padam saat listrik PLN mati. Off-grid berdiri sendiri dengan baterai sebagai penyimpan, cocok untuk lokasi tanpa jaringan atau yang butuh cadangan daya, dengan konsekuensi biaya baterai yang tidak kecil. Di antara keduanya ada sistem hybrid yang tetap terhubung PLN sekaligus menyimpan energi di baterai.

Setelah net metering hilang, logika desain ikut bergeser. Kapasitas sistem on-grid kini idealnya dihitung agar produksinya pas dengan konsumsi di siang hari, bukan sekadar sebesar mungkin. Sisa daya yang tidak terpakai tidak lagi menguntungkan. Bagi sebagian pengguna, menambah baterai untuk menyimpan surplus siang lalu memakainya malam hari mulai masuk hitungan.

Sizing Bukan Soal Tebak-tebakan

Menentukan kapasitas yang tepat butuh perhitungan, bukan perkiraan kasar. Untuk on-grid, titik awalnya adalah daya kontrak PLN dan pola pemakaian harian. Untuk off-grid, variabelnya bertambah: konsumsi harian dalam kWh, Days of Autonomy atau berapa hari sistem harus bertahan tanpa matahari, dan Depth of Discharge baterai yang memengaruhi umur pakai.

Salah hitung berujung pada dua kerugian klasik. Sistem yang terlalu besar berarti modal terbuang. Sistem yang terlalu kecil membuat pemilik tetap bergantung penuh pada PLN atau genset. Data iradiasi lokal dari sumber seperti PVGIS, NASA, atau BMKG menjadi dasar agar estimasi produksi tidak meleset jauh dari kenyataan di lapangan.

Simulasi dan Angka Kelayakan yang Menentukan

Sebelum satu panel pun terpasang, perilaku sistem sepanjang tahun sebenarnya bisa diprediksi lewat perangkat lunak seperti PVSyst. Simulasi ini memperhitungkan kerugian akibat bayangan, suhu, dan kotoran pada panel, lalu menghasilkan indikator seperti Performance Ratio dan Specific Yield yang menggambarkan seberapa efektif sistem bekerja.

Angka teknis itu baru bermakna ketika diterjemahkan ke bahasa uang. Levelized Cost of Electricity membandingkan biaya listrik dari surya dengan tarif PLN atau biaya genset. Indikator seperti payback period, IRR, dan NPV menjawab pertanyaan yang paling sering muncul dari pemilik rumah maupun pelaku usaha: berapa lama modal kembali, dan apakah investasinya sepadan. Tanpa perhitungan ini, keputusan memasang PLTS lebih mirip menebak arah angin.

Keputusan Rekayasa Sekaligus Finansial

Penghapusan net metering bukan akhir dari PLTS rumahan, melainkan pengingat bahwa memasang panel surya adalah keputusan rekayasa sekaligus keputusan finansial. Sistem yang dirancang dengan perhitungan matang, dari sizing sampai analisis keekonomian, akan jauh lebih tahan terhadap perubahan aturan dibanding sistem yang dipasang asal jadi. Di tengah kapasitas PLTS atap nasional yang menembus hampir 773 megawatt hingga November 2025, kemampuan merancang sistem yang benar justru makin bernilai.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Perancangan Sistem PLTS Skala Rumahan/Perkantoran dengan Sistem Ongrid dan Offgrid.

Kalau pilihannya jatuh ke sistem dengan baterai, ukuran penyimpanannya ditentukan oleh berapa kWh surplus siang yang benar-benar terpakai pada malam hari, bukan oleh kapasitas panelnya. Perkiraan kapasitas dan kelayakannya bisa dihitung lewat kalkulator ukuran baterai PLTS.

Referensi:

  • Kementerian ESDM – Revisi Permen ESDM PLTS Atap, Skema Jual Beli Listrik Dihapuskan → esdm.go.id
  • Katadata – Aturan Baru PLTS Atap Resmi Diterbitkan, Ekspor Impor Listrik Dihapus → katadata.co.id
  • IESR – Permen ESDM No. 2/2024 Membatasi Partisipasi Publik untuk Mendukung Transisi Energi lewat PLTS Atap → iesr.or.id
  • Tempo – Net Metering PLTS Atap Dihapus, ESDM Siapkan Insentif Lain untuk Pemasang Rumah Tangga → tempo.co