Login / Daftar ID | EN
Rumus IF di Google Sheets: Urutan Kondisi, Pemisah Argumen, dan Batasnya
Foto: Pexels
Office IT

Rumus IF di Google Sheets: Urutan Kondisi, Pemisah Argumen, dan Batasnya

Fungsi IF adalah rumus pertama yang dipelajari hampir semua orang di spreadsheet, dan juga rumus yang paling sering diam-diam salah. Ia jarang memunculkan pesan error. Yang terjadi biasanya lebih halus: angkanya keluar, tampak wajar, tetapi sebagiannya keliru dan baru ketahuan berminggu-minggu kemudian.

Berikut hal-hal yang tertulis di dokumentasi resmi dan paling sering terlewat.

Argumen ketiga boleh kosong, dan itu sumber masalah

Google menuliskan sintaksnya sebagai IF(ekspresi_logika; nilai_jika_true; nilai_jika_false). Argumen ketiga ditandai opsional, dan bila tidak diisi hasilnya kosong secara default.

Konsekuensinya penting: rumus yang kehilangan argumen terakhir tidak membalas error, melainkan sel kosong. Di kolom yang panjang, sel kosong gampang dikira sebagai baris yang belum diisi, padahal itu jawaban rumusnya.

Google juga menaruh satu catatan singkat di halaman yang sama, bahwa memasukkan nilai_jika_true dan nilai_jika_false dalam urutan yang benar adalah salah satu sumber masalah paling umum pada fungsi ini.

Pemisah argumen mengikuti Lokalitas, bukan selera

Contoh rumus yang Anda salin dari internet sering memakai koma, sementara di sheet Anda yang berlaku titik koma, atau sebaliknya. Ini bukan bug. Pemisah argumen mengikuti setelan Lokalitas spreadsheet.

Letaknya di File, lalu Setelan, lalu bagian Umum, pada menu Lokalitas dan Zona waktu. Yang perlu diingat sebelum mengubahnya: perubahan itu berlaku untuk seluruh spreadsheet dan terlihat oleh semua orang yang mengerjakannya, terlepas dari lokasi mereka. Jadi mengganti Lokalitas hanya supaya satu rumus mau jalan bukan tindakan lokal.

Catatan kecil yang sering ditanyakan: nama fungsi memang bisa ditampilkan dalam bahasa selain Inggris, tetapi daftar resmi bahasa yang didukung berisi 22 bahasa dan bahasa Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Di sheet berbahasa Indonesia, namanya tetap IF.

IF berhenti di kondisi benar yang pertama

Ini kesalahan yang paling mahal. Saat beberapa IF disusun bertingkat, evaluasi berhenti pada kondisi pertama yang bernilai benar, lalu tidak melanjutkan ke kondisi berikutnya.

Dokumentasi Microsoft memberi contoh yang gamblang lewat komisi berjenjang. Bila ambangnya disusun dari kecil ke besar, penjualan 12.500 akan lolos lebih dulu pada pengujian lebih besar dari 5.000, mengembalikan 10 persen, lalu berhenti di situ. Tingkat 17,5 persen yang seharusnya berlaku tidak pernah tersentuh, dan rumusnya tidak memunculkan error sama sekali.

Aturan praktisnya: susun ambang dari yang paling ketat ke yang paling longgar. Untuk nilai atau target, mulai dari angka tertinggi.

Kapan berhenti bertingkat

Excel mengizinkan sampai 64 IF bertingkat, dan dokumentasi Microsoft sendiri menyebut itu sangat tidak dianjurkan. Alasan yang mereka tulis bukan soal performa melainkan pemeliharaan: rumus yang tidak tersusun akurat bisa benar 75 persen dan salah 25 persen, sementara peluang Anda menangkap yang 25 persen itu tipis.

Dua alternatif yang tersedia di Google Sheets:

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Google Sheets.

  • IFS(kondisi1; nilai1; kondisi2; nilai2; ...) mengevaluasi beberapa kondisi dan mengembalikan nilai milik kondisi benar yang pertama. Satu hal yang wajib diingat: bila semua kondisi bernilai FALSE, hasilnya #N/A. Bukan kosong, bukan nol.
  • SWITCH(ekspresi; kasus1; nilai1; ...; [default]) menguji satu ekspresi terhadap daftar kasus. Argumen terakhir yang opsional adalah nilai default, dipakai bila tidak ada kasus yang cocok. Kalau kebutuhan Anda memang mencocokkan satu nilai ke banyak kemungkinan, bentuk ini lebih pendek dan defaultnya sudah tersedia tanpa akal-akalan.

Untuk kasus berjenjang, Microsoft menganjurkan tabel referensi dengan VLOOKUP alih-alih rumus bertingkat, dengan alasan yang masuk akal: tabelnya terlihat, bisa diperbarui tanpa menyentuh rumus, dan bisa disimpan di sheet lain.

Sebelum menyalahkan rumusnya

Tiga hal yang layak dicek lebih dulu saat hasil IF terasa aneh: apakah argumen ketiga benar-benar ada, apakah urutan ambangnya sudah dari ketat ke longgar, dan apakah pemisah argumennya cocok dengan Lokalitas sheet. Ketiganya punya sifat yang sama, yaitu gagal tanpa pesan error, dan itulah alasan ketiganya layak diperiksa lebih dulu sebelum rumusnya dibongkar.

Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung daripada membacanya, ada klip pendek yang membahas dasar fungsi IF di Google Sheets.

Sumber

  1. Fungsi IF, Bantuan Editor Google Dokumen
  2. Fungsi IFS, Google Docs Editors Help
  3. Fungsi SWITCH, Google Docs Editors Help
  4. Menyetel setelan lokasi dan perhitungan spreadsheet, Bantuan Editor Google Dokumen
  5. IF function, nested formulas and avoiding pitfalls, Microsoft Support