Dalam rapat, tiga kata ini sering dipakai bergantian: data, informasi, dan insight. Padahal masing-masing menunjuk hal yang berbeda. Akibatnya tim mengumpulkan tabel setebal ratusan baris, lalu bingung mau diapakan. Rujukan paling umum untuk membedakannya adalah model DIKW (data, information, knowledge, wisdom). Artikel ini merangkum rumusan aslinya, tiga pertanyaan uji yang bisa Anda pakai di meja kerja, dan kritik ilmiah yang menyertainya.
Rumusan asli dari Ackoff
Model ini paling sering dikaitkan dengan Russell Ackoff, lewat tulisannya tahun 1989 berjudul "From Data to Wisdom". Menurut entri ensiklopedia ISKO yang ditulis Martin Frické, rumusan Ackoff kurang lebih begini:
- Data: simbol yang mewakili sifat sebuah objek atau peristiwa, hasil pengamatan atau pengukuran.
- Informasi: data yang dibuat relevan, biasanya dengan menjawab pertanyaan siapa, apa, di mana, kapan, atau berapa banyak.
- Pengetahuan: know-how, misalnya tahu cara kerja sebuah sistem, sehingga informasi bisa diubah menjadi tindakan.
- Kebijaksanaan: nilai tambah lewat penilaian, yaitu fungsi manusia yang tidak bisa diserahkan begitu saja ke mesin.
Ackoff juga menyisipkan "pemahaman" sebagai tingkat kelima, tetapi tingkat ini biasanya dihilangkan dalam versi ringkas.
Tiga pertanyaan uji
Perbedaan data dan informasi menurut Ackoff bersifat fungsional, bukan soal bentuk. Artinya, tabel yang sama bisa menjadi data bagi satu orang dan informasi bagi orang lain, tergantung ada tidaknya pertanyaan yang dijawabnya. Contoh di bawah ini rekaan untuk ilustrasi, bukan data nyata.
| Lapisan | Pertanyaan uji | Contoh ilustrasi |
|---|---|---|
| Data | Apa yang tercatat? | 1.240 baris transaksi: tanggal, kode produk, jumlah |
| Informasi | Apakah satu pertanyaan konkret terjawab? | Penjualan produk A bulan ini turun 18% dibanding bulan lalu |
| Pengetahuan | Apakah Anda tahu cara menelusuri penyebabnya dan bertindak? | Anda tahu cara memecah penurunan per minggu dan per wilayah, lalu menggeser jadwal stok |
Cara memakainya sederhana. Sebelum membuat dashboard, tulis dulu satu pertanyaan yang ingin dijawab. Kalau grafik jadi tanpa pertanyaan, hasilnya baru data yang dipercantik. Kalau pertanyaannya terjawab tetapi tidak ada yang tahu langkah berikutnya, baru informasi.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Kelas Data Analysis & Dashboard Excel + AI .
Kritik terhadap modelnya
Model ini punya banyak penentang, dan sebaiknya Anda mengetahuinya sebelum memakainya sebagai hukum.
Jennifer Rowley, dalam Journal of Information Science 2007 (volume 33, nomor 2, halaman 163 sampai 180), membandingkan definisi tiap tingkat di buku teks sistem informasi dan manajemen pengetahuan. Hasilnya: definisi cenderung saling bersandar ke tingkat di bawahnya, sedangkan proses naik dari satu tingkat ke tingkat berikutnya tidak disepakati. Kebijaksanaan sendiri jarang dibahas.
Frické, dalam jurnal yang sama tahun 2009 (volume 35, nomor 2, halaman 131 sampai 142), berpendapat hierarki ini cacat secara logis dan metodologis karena bertumpu pada induktivisme dan operasionalisme. Entri ISKO juga mencatat kritik praktisnya: model ini mendorong orang menimbun data dengan harapan kelak menjadi informasi. Kesimpulan entri itu, piramida DIKW kini umumnya dianggap kurang memuaskan sebagai teori.
Dipakai sebagai alat bantu
Jadi perlakukan DIKW sebagai alat bantu berpikir, bukan penjelasan tentang cara pengetahuan benar-benar terbentuk. Tiga pertanyaan uji di atas cukup untuk menghindari kekeliruan paling umum: menamai tumpukan angka sebagai insight. Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klip singkatnya di halaman video.
Sumber
- Frické, M. "DIKW: Data, Information, Knowledge, Wisdom." ISKO Encyclopedia of Knowledge Organization. https://isko.org/cyclo/dikw
- Rowley, J. (2007). "The wisdom hierarchy: representations of the DIKW hierarchy." Journal of Information Science, 33(2), 163-180. https://e-space.mmu.ac.uk/90651
- Frické, M. (2009). "The knowledge pyramid: a critique of the DIKW hierarchy." Journal of Information Science, 35(2), 131-142. https://experts.arizona.edu/en/publications/the-knowledge-pyramid-a-critique-of-the-dikw-hierarchy/