Era serba digital membawa dampak di kehidupan khalayak umum, salah satunya adalah dengan memiliki smartphone. Kepemilikan smartphone merupakan suatu hal yang bisa dikatakan wajib agar dapat bertahan di dunia yang sudah mulai serba elektronik, mulai dari electronic money (e-money) hingga electronic learning (e-learning). Tentunya, untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, banyak aplikasi dalam smartphone terus bermunculan.
Setiap aplikasi memiliki tampilannya tersendiri dan berusaha untuk memberikan akses yang mudah dan lengkap terhadap penggunanya. Disinilah, UI/UX berperan untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan, menurut survei Populix, 69% dari responden yang mereka teliti mengatakan bahwa salah satu alasan mereka tetap menggunakan sebuah aplikasi atau memutuskan untuk berhenti karena UI/UX dari aplikasi tersebut. Lalu, apa yang dimaksud dengan UI/UX?
UI sendiri adalah User Interface Design yang termasuk dalam bagian UX atau User Experience Design. Hugo Raymond, seorang designer advocate di Figma, menjelaskan bahwa UI yang efektif membantu membangun hubungan antara pengguna dengan suatu produk melalui kegunaan dan desain interaktif. Artinya, UI berperan dalam visual dan elemen lainnya untuk membentuk suatu produk atau laman dengan mengedepankan estetika. Di sisi lain, UX memiliki cakupan yang lebih luas dimana ia berperan terhadap memahami kebutuhan pengguna terhadap produk atau laman secara keseluruhan. Sehingga, untuk UI, poin pentingnya adalah terkait estetik, seperti penggunaan tipografi, pemilihan warna palet, animasi, tombol, hingga gambar. Sedangkan UX berperan dalam pengalaman pengguna terhadap keseluruhan interaksi sebuah produk atau laman dengan pengguna dari awal hingga akhir serta pelayanan yang diberikan.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas AI untuk UI/UX.
Meskipun berbeda, UI/UX dijadikan sebagai satu kesatuan dalam pembentukan desain produk. Hal ini terjadi karena dalam membuat desain produk yang menarik dan memikirkan efektivitas, maka diperlukan keduanya untuk saling bekerja sama. Helga Moreno, seorang penulis berpengalaman dalam artikelnya yang berjudul “The Gap Between UI and UX Design”, mengatakan sesuatu yang nampak bagus, namun sulit digunakan adalah contoh dari UI yang bagus dan UX yang buruk. Kalau sesuatu yang sangat berguna, namun tampak sangat buruk adalah contoh dari UX yang baik dan UI yang tidak bagus. Seperti letak tombol yang berdekatan sehingga membuat pengguna menekan tombol yang salah. Maka, antar UI/UX designer saling melengkapi antar sesama.
Kesinambungan antara UI dan UX yang membangun pengalaman pengguna yang menyenangkan akan berpengaruh terhadap suatu aplikasi. Antar aplikasi akan memiliki daya saing tergantung dari UI/UX masing-masing aplikasi. Populis menyebutkan suatu data bahwa 85% responden mereka pernah mengganti ke aplikasi lainnya karena fitur yang lebih lengkap serta tampilan yang lebih menarik. Sehingga, hal ini menjadi tantangan aplikasi-aplikasi saat ini dalam bersaing dan mempertahankan UI/UX yang bagus. Di sisi lain, ini juga merupakan peluang bagi perusahaan untuk terus kreatif dan mengembangkan ide yang dapat berpengaruh besar nantinya.