Banyak orang mengira Power BI Desktop dan Power BI service adalah dua versi dari aplikasi yang sama. Padahal keduanya punya tugas berbeda, dan perbedaan itu menentukan siapa yang bisa melihat dashboard Anda, kapan datanya diperbarui, dan apa yang rusak saat file diperbarui.
Pembagian tugas
Menurut dokumentasi Microsoft, Power BI Desktop adalah aplikasi Windows untuk membangun laporan: menghubungkan lebih dari 100 sumber data, merapikan data di Power Query Editor, lalu memodelkannya dengan relasi dan DAX. Power BI service adalah platform cloud untuk menerbitkan, membagikan, dan berkolaborasi lewat workspace, app, dashboard, dan jadwal refresh.
Desktop dapat diunduh gratis. Halaman instalasinya hanya menyebut Windows (Windows 10 atau Windows Server 2016 ke atas), tanpa menyebut macOS. Pengguna Mac karena itu perlu memastikan dulu cara kerjanya sebelum merencanakan alur kerja tim.
Apa yang terjadi saat Publish
Perintahnya ada di File > Publish > Publish to Power BI, atau tombol Publish di pita Home. Yang terunggah adalah model data sebagai semantic model bernama sama dengan file .pbix, ditambah laporan dari tampilan Report. Keduanya masuk ke workspace yang Anda pilih.
Orang lain tidak menerima file Anda. Mereka membuka tautan ke laporan di service. Perubahan yang dibuat pada laporan di service juga tidak tersimpan kembali ke file Desktop, sehingga file .pbix sebaiknya tetap dianggap sebagai sumber utama.
Publish ulang: tempat kerusakan biasanya terjadi
Publish ulang menggantikan semantic model lama. Dokumentasi Microsoft mencatat beberapa konsekuensinya:
| Perubahan di Desktop | Akibat di service |
|---|---|
| Mengganti nama atau menghapus kolom atau measure | Visual di service yang memakainya bisa rusak |
| Mengubah format kolom lama (misalnya 0,25 menjadi 25%) | Perubahan format diabaikan |
| Menambah sumber data baru | Perlu login sebelum refresh terjadwal berikutnya |
| Menerbitkan laporan DirectQuery di atas laporan Import | Tidak didukung |
Jika jadwal refresh sudah ada, refresh model langsung berjalan begitu Anda publish ulang. Sebelum penggantian, Power BI menampilkan peringatan berapa workspace, laporan, dan dashboard yang berpotensi terdampak.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Membangun Data Dashboard dengan Power BI.
Refresh diatur di service
Jadwal refresh dikonfigurasi di service: buka workspace, pilih semantic model, lalu Refresh > Schedule refresh. Batasnya bergantung lisensi: sampai 8 kali sehari untuk Pro, dan sampai 48 kali sehari untuk Premium per User serta kapasitas Premium atau Fabric. Sumber data lokal (on-premises) tertentu memerlukan gateway.
Ada dua perilaku yang sering luput. Setelah empat kegagalan berturut-turut, jadwal dinonaktifkan otomatis. Dan setelah dua bulan tanpa ada yang membuka laporan atau dashboard dari model itu, refresh terjadwal dijeda dan pemilik model diberi tahu lewat email.
Lisensi menentukan siapa yang bisa melihat
Lisensi gratis memungkinkan Anda membuat laporan untuk keperluan sendiri, tetapi tidak untuk berbagi atau menerbitkan ke workspace orang lain. Berbagi dan kolaborasi memerlukan Power BI Pro atau Premium per User. Penerima yang berlisensi gratis baru bisa melihat jika konten berada di workspace berkapasitas Premium atau Fabric F64 ke atas. Pastikan hal ini sebelum dashboard dibagikan ke seluruh kantor.
Ringkasan alur
- Bangun dan uji model di Desktop.
- Publish ke workspace yang tepat.
- Atur kredensial dan jadwal refresh di service.
- Sebelum publish ulang, periksa nama kolom dan measure yang sudah dipakai visual.
Model yang rapi memudahkan semua langkah di atas; pembahasan relasi dan arah filter ada di artikel star schema Power BI. Kalau lebih enak melihat alurnya langsung, ada klip penjelasannya.
Sumber
- Microsoft Learn, Overview of Power BI
- Microsoft Learn, Publish datasets and reports from Power BI Desktop
- Microsoft Learn, Configure scheduled refresh
- Microsoft Learn, Power BI features by license type
- Microsoft Learn, Get Power BI Desktop