Login / Daftar ID | EN
Digit ke-16 Berubah Jadi Nol Sendiri di Excel
Foto: Lukas Blazek / Pexels
Office Pajak

Digit ke-16 Berubah Jadi Nol Sendiri di Excel

Anda menempelkan daftar NIK karyawan ke Excel. Kolomnya terlihat normal. Tetapi digit terakhir setiap nomor sudah berubah menjadi nol, dan Excel tidak menampilkan satu pun peringatan.

Batasnya 15 angka, bukan 16

Excel menyimpan bilangan mengikuti spesifikasi IEEE 754, format biner presisi ganda yang dipakai hampir semua prosesor. Konsekuensinya tercantum apa adanya di dokumentasi resmi Microsoft: presisi bilangan Excel adalah 15 digit. Angka pada posisi ke-16 dan seterusnya dibulatkan menjadi nol.

Microsoft menyebut kasus ini secara eksplisit lewat contoh nomor kartu kredit. Untuk kode angka 16 digit atau lebih, Anda harus memakai format teks. Batas 15 digit itu bukan bug dan bukan pengaturan yang bisa dinaikkan. Ia melekat pada cara bilangan disimpan.

Dua gejala lain sama diamnya. Nol di depan hilang, 00123 menjadi 123. Bilangan panjang berubah tampilan menjadi notasi ilmiah, misalnya 1,23E+15.

Nomor Indonesia yang sudah melewati batas itu

Ini bukan kasus pinggiran. Tiga nomor yang rutin diketik di kantor sudah berada di atas ambang.

NIK, 16 digit. Menurut Dinas Dukcapil, susunannya 6 digit kode wilayah, 6 digit tanggal lahir, dan 4 digit nomor urut sistem.

NPWP, 16 digit. PMK Nomor 112/PMK.03/2022, yang diubah dengan PMK Nomor 136 Tahun 2023 dan keduanya berstatus berlaku di JDIH, menetapkan NIK sebagai NPWP bagi orang pribadi penduduk serta format 16 digit bagi wajib pajak badan dan instansi pemerintah.

NITKU, 22 digit. FAQ resmi Direktorat Jenderal Pajak menyebut NITKU tersusun atas 16 digit NPWP pusat ditambah 6 digit nomor urut cabang, dan menegaskan seluruh karakternya angka, tidak ada karakter selain angka.

Keterangan terakhir itu yang paling berbahaya. Karena NITKU murni angka, Excel memperlakukannya sebagai bilangan, lalu memangkas tujuh digit terakhirnya.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Excel Basic-Intermediate Gold.

Dua perbaikan populer yang tetap gagal

Mengubah format kolom menjadi Teks sesudah data masuk tidak mengembalikan apa pun. Microsoft menyatakan langkah itu hanya berlaku bagi angka yang diketik setelah format dipasang. Nomor yang sudah rusak tetap rusak.

Format angka kustom juga bukan jawaban. Dokumentasi Microsoft membatasi cara itu untuk kode angka yang kurang dari 16 digit, jadi ia menolong kode pos dan nomor telepon, tetapi tidak menolong NIK maupun NPWP.

Yang benar-benar bekerja

  1. Matikan konversi otomatis. Excel untuk Microsoft 365 dan Excel 2024 punya pengaturan Automatic Data Conversions yang bisa mematikan pemangkasan ke 15 digit, penghapusan nol di depan, dan perubahan ke notasi ilmiah. Ini satu-satunya cara mencegah kerusakan di tingkat aplikasi.
  2. Impor lewat Power Query, jangan klik dua kali pada berkas CSV. Buka tab Data, pilih From Text/CSV, masuk ke Query Editor, tandai kolom nomor identitas, ubah tipe datanya menjadi Text, baru Close and Load.
  3. Untuk entri satuan, ketik apostrof di depan nomor, atau format selnya menjadi Teks lebih dulu sebelum data diketik.

Sel bertipe teks menampung sampai 32.767 karakter, jauh di atas kebutuhan nomor identitas mana pun.

Memeriksa berkas yang terlanjur beredar

Jalankan tiga pemeriksaan ini pada salinan, bukan pada berkas aslinya.

  • =LEN(A2) pada kolom NIK harus mengembalikan 16. Kalau hasilnya 16 tetapi digit terakhir seluruh kolom sama-sama nol, itu bukan kebetulan.
  • =ISNUMBER(A2) sebaiknya FALSE. Hasil TRUE berarti nomor tersimpan sebagai bilangan dan sudah melewati pembulatan.
  • Cari nilai kembar. Dua NIK yang berbeda hanya pada digit ke-16 akan menjadi identik setelah dibulatkan, dan penggabungan data berikutnya akan menghitungnya sebagai satu orang.

Satu peringatan penutup. Opsi Precision as displayed memang memaksa nilai mengikuti tampilan, tetapi Microsoft menegaskan opsi itu tidak dapat dibatalkan dan data yang hilang tidak bisa dipulihkan. Simpan salinan sebelum menyentuhnya.

Kesimpulan praktisnya sederhana. Excel unggul untuk mengolah, kurang cocok untuk menyimpan nomor identitas yang panjangnya sudah melampaui batas presisinya sendiri. Perlakukan NIK, NPWP, dan NITKU sebagai teks sejak baris pertama masuk.

Sumber