Dilansir dari EC-Council, sebuah organisasi yang memberikan sertifikasi profesional berkaitan dengan keamanan siber, Ethical Hacker adalah individu yang dipekerjakan oleh organisasi dan dapat dipercaya untuk melakukan upaya menembus jaringan dan/atau sistem komputer menggunakan metode dan teknik yang sama dengan peretas jahat. Kegiatan ethical hacking ini dilakukan atas izin dari organisasi yang meminta dan tentunya tanpa adanya niat jahat dari hacker atau peretas, berbeda dengan peretas yang kita ketahui pada umumnya.
Lalu, apa peran yang dijalankan oleh ethical hackers atau yang biasa disebut juga dengan white hat hackers?
Pertama, Ethical Hacker akan melakukan pengintaian untuk menemukan dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, ia akan melakukan pemindaian, mulai dari pemetaan jaringan hingga pemindaian suatu kerentanan aset. Kerentanan yang biasa ditemukan seperti kesalahan konfigurasi keamanan, paparan data sensitif, dan serangan injeksi dari eksternal. Lalu, ia akan melakukan pengujian dan melakukan pelaporan yang menjelaskan kerentanan apa saja yang ditemukan dan memberikan rekomendasi bagaimana memperbaikinya. Hal penting yang harus diingat bahwasanya peran ethical hacker akan sia-sia jika suatu organisasi tidak mengambil langkah sesuai saran yang sudah diberikan untuk mengatasi keamanan organisasi.
Bagaimana agar dapat menjadi seorang ethical hacker?
Seorang ethical hacker harus memiliki kemampuan, khususnya di bidang komputer seperti keahlian dalam bahasa scripting, kemahiran dalam sistem operasi, hingga landasan yang kuat terhadap prinsip keamanan informasi. Selain itu, seorang ethical hacker juga harus memiliki sertifikasi untuk menjamin kemampuan dan kredibilitasnya sebagai seorang ethical hacker. Beberapa sertifikasinya meliputi sertifikasi CEH (Certified Ethical Hacker) yang diadakan oleh EC Council: Certified Ethical Hacking Certification, sertifikasi oleh Offensive Security Certified Professional (OSCP) Certification, CompTIA Security+, Cisco’s CCNA Security, dan SANS GIAC.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Basic Pentest & Ethical Hacking.
Ethical Hacking vs Penetration Testing
Pada dasarnya, keduanya menggunakan alat dan teknik yang sama, hanya saja untuk ethical hacking lebih fokus pada mengidentifikasi terkait adanya kerentanan pada sistem. Sedangkan untuk penetration testing lebih fokus terhadap mengeksploitasi kerentanan untuk bisa masuk kepada sistem.