Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam dunia akademik. Penulisan jurnal ilmiah, yang dulu dianggap proses yang panjang dan rumit, kini dapat dipermudah dengan memanfaatkan AI tools yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan penulis.
AI tools seperti Grammarly, Quillbot, dan Zotero telah membantu banyak akademisi dalam menyusun kalimat yang jelas, mencari referensi yang relevan, hingga menyusun daftar pustaka sesuai dengan format standar. Bahkan, alat seperti Turnitin kini dilengkapi dengan teknologi pendeteksi AI-generated text, memberikan tambahan perlindungan terhadap plagiarisme.
Selain itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa AI juga dapat digunakan untuk analisis data dan pembuatan visualisasi yang kompleks, mempermudah penulis untuk menjelaskan temuan mereka secara efektif. Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga mitra strategis dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Artikel Jurnal Ilmiah.
Namun, meski AI menawarkan banyak kemudahan, para akademisi tetap diharapkan untuk mempertahankan integritas akademik dan memastikan bahwa teknologi digunakan secara etis. AI bukan pengganti kreativitas manusia, melainkan alat untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
Kalimat penutup di atas menyebut integritas akademik tanpa menyebut satu aturan pun, padahal aturannya sudah ditulis dan bisa Anda buka sendiri. Committee on Publication Ethics (COPE) menyatakan alat AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis. Alasannya bukan selera, melainkan syarat kepengarangan: alat AI tidak bisa memikul tanggung jawab atas naskah yang dikirim, dan karena bukan subjek hukum, ia tidak bisa menyatakan ada atau tidaknya benturan kepentingan maupun mengurus hak cipta dan perjanjian lisensi. Penulis yang memakai AI untuk menyusun naskah, membuat gambar, atau mengumpulkan dan menganalisis data wajib menjelaskan di bagian metode alat mana yang dipakai dan bagaimana pemakaiannya, lalu tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh isinya.
International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE) mengatur bagian teknisnya lebih rinci. Pengungkapan dilakukan saat pengiriman naskah, dan ditulis di dua tempat sekaligus: surat pengantar dan naskahnya sendiri. Penempatannya mengikuti jenis pemakaian. Bantuan penulisan masuk ke bagian ucapan terima kasih, sedangkan pengumpulan data, analisis, dan pembuatan gambar masuk ke bagian metode. Poin terakhir itu langsung menyentuh contoh yang disebut sebelumnya di artikel ini, yaitu memakai AI untuk analisis data dan visualisasi. ICMJE juga menambahkan peringatan yang mudah terlewat: keluaran AI bisa terdengar meyakinkan padahal keliru, tidak lengkap, atau bias, jadi penulis wajib memeriksa dan menyunting ulang hasilnya.
Satu hal di paragraf kedua artikel ini juga perlu diluruskan. Pendeteksi teks AI dan pemeriksa plagiarisme adalah dua hal berbeda, dan yang pertama tidak menghasilkan vonis. Turnitin sendiri menerbitkan angkanya pada 14 Juni 2023 lewat Chief Product Officer mereka: tingkat positif palsu di level dokumen berada di bawah 1 persen untuk dokumen yang memuat 20 persen atau lebih tulisan AI, sedangkan di level kalimat sekitar 4 persen. Dalam tulisan yang sama, pengajar diminta memperlakukan kalimat yang ditandai sebagai area yang perlu ditelusuri, dan memakainya untuk memulai percakapan, bukan untuk menarik kesimpulan. Jadi menyebutnya sebagai tambahan perlindungan terhadap plagiarisme melebihkan dua hal sekaligus, yaitu apa yang diukur dan seberapa pasti hasilnya.
Konsekuensi praktisnya ringan, asal disiapkan sejak awal. Alat yang disebut di artikel ini tetap berguna, yang berubah hanya catatan administratifnya. Sebelum mengirim naskah, periksa dulu kebijakan AI di jurnal yang Anda tuju, karena rincian format pengungkapannya bisa berbeda antarpenerbit. Lalu tuliskan tiga hal: alat apa yang dipakai, untuk pekerjaan yang mana, dan di bagian mana hal itu dijelaskan. Sisanya tidak bisa didelegasikan. Tanggung jawab atas setiap kalimat, termasuk kalimat yang draf pertamanya ditulis mesin, tetap melekat pada nama yang tercantum di naskah.
Sumber
- COPE, ditinjau 13 Februari 2023 – Authorship and AI tools, pernyataan posisi soal alat AI yang tidak memenuhi syarat kepengarangan dan kewajiban pengungkapan di bagian metode
- ICMJE Recommendations, bagian II.A.4 – Artificial Intelligence (AI)-Assisted Technology, tempat pengungkapan di surat pengantar, ucapan terima kasih, dan metode
- Turnitin, 14 Juni 2023 – Understanding the false positive rate for sentences of our AI writing detection capability, angka positif palsu level dokumen dan level kalimat