Login / Daftar ID | EN
Agen yang Bekerja 24 Jam: Yang Menentukan Bukan Kecanggihan, tapi Izin yang Diberikan
Foto: Pexels
Cyber Security AI

Agen yang Bekerja 24 Jam: Yang Menentukan Bukan Kecanggihan, tapi Izin yang Diberikan

Google memperkenalkan Gemini Spark pada ajang I/O 2026 sebagai agen personal yang berjalan terus menerus. Berbeda dari asisten yang hanya menjawab ketika dibuka, Spark bekerja di mesin cloud dan tetap menjalankan tugas setelah laptop ditutup atau ponsel dikunci, dengan sambungan ke Gmail, Drive, Dokumen, dan Kalender.

Pergeserannya halus tetapi penting. Alat yang dipanggil hanya melihat apa yang kita tempelkan ke dalam percakapan. Agen yang menyala sepanjang hari perlu akses yang menetap, karena ia harus bisa membaca sesuatu pada saat tidak ada seorang pun yang sedang bertanya kepadanya.

Izin yang Tidak Ikut Berakhir

Ketika sebuah tugas selesai, hasilnya berhenti. Izinnya tidak. Akses yang diberikan untuk satu keperluan tetap menempel sampai dicabut, dan inilah bagian yang paling sering terlewat ketika orang menilai sebuah agen semata dari kecanggihannya.

Google menempatkan pengaman pada sisi tindakan. Menurut pemberitaan yang beredar, Spark dirancang meminta konfirmasi eksplisit sebelum melakukan hal yang berdampak keluar, misalnya mengirim dokumen ke pihak lain atau tindakan yang menimbulkan biaya. Pengaman semacam ini berguna, namun menjawab pertanyaan yang berbeda. Konfirmasi mengatur apa yang boleh dilakukan agen. Ia tidak mengatur apa yang boleh dibaca agen ketika sedang menganggur.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Membuat AI Agent yang Bekerja 24 Jam Tanpa Coding dengan Gemini Spark.

Dua hal itu perlu diperlakukan terpisah. Sebagian besar kekhawatiran privasi yang muncul di media teknologi Indonesia terhadap integrasi AI di layanan surel justru berpusat pada cakupan baca, bukan pada tindakan.

Batas yang Mudah Terlewat: Akun Pribadi dan Data Kantor

Persoalan berikutnya jarang terasa sampai terlambat. Agen personal dipasang dengan akun pribadi, tetapi pekerjaan yang diminta biasanya pekerjaan kantor. Begitu ia diarahkan merapikan lampiran dari pelanggan atau meringkas berkas internal, data perusahaan berpindah ke layanan yang tidak pernah ditinjau oleh siapa pun di kantor.

Hukumonline membahas praktik ini dengan istilah shadow AI, yaitu penggunaan alat kecerdasan buatan tanpa persetujuan dan tata kelola organisasi. Konsekuensi hukumnya tidak berhenti pada individu. Dengan merujuk prinsip tanggung gugat pemberi kerja dalam Pasal 1367 Kitab Undang Undang Hukum Perdata, kerugian yang timbul dari kelalaian karyawan memakai sistem AI dapat menjadi beban perusahaan.

Undang Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yang berlaku penuh sejak Oktober 2024, menempatkan sejumlah kewajiban pada pengendali data pribadi, termasuk soal dasar pemrosesan dan pengamanannya. Data pelanggan yang mampir ke agen pribadi seorang staf tetap data pelanggan, dengan kewajiban yang tidak berpindah.

Empat Hal Sebelum Menyalakannya

Yang membuat sebuah agen aman dipakai bukan pengaturan rahasia, melainkan kebiasaan yang membosankan.

Pisahkan akun. Agen yang menyentuh pekerjaan sebaiknya berjalan di akun kerja yang tercatat, bukan di akun pribadi.

Persempit cakupan. Bila layanannya memungkinkan, berikan akses pada label atau folder tertentu, bukan pada seluruh kotak masuk dan seluruh penyimpanan.

Tinjau izin secara berkala. Daftar aplikasi yang tersambung ke akun cenderung hanya bertambah. Menyisihkan waktu setiap beberapa bulan untuk mencabut yang sudah tidak dipakai lebih efektif daripada menebak nebak.

Sepakati daftar larangan. Tentukan sejak awal jenis data yang tidak boleh masuk ke agen mana pun, misalnya data identitas pelanggan, dokumen kepegawaian, dan kredensial sistem.

Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Buatan menyebut pengawasan sebagai tanggung jawab bersama penyelenggara dan pengguna. Untuk agen yang bekerja tanpa ditunggu, pengawasan itu dimulai jauh sebelum tugas pertama diberikan, yaitu pada saat memutuskan apa saja yang boleh dilihatnya.

Sumber